Indonesia ternyata memiliki sebuah tambang yang menjadi barometer pertambangan dunia.

Sebanyak 148 titik panas (hotspot) terdeteksi di negara bagian Sarawak, Malaysia, selama rentang tanggal 1 hingga 19 Agustus.

Kementerian ESDM mengidentifikasi sekitar 9.000 hektare lahan yang siap dimanfaatkan untuk mendukung program pembangunan PLTS berkapasitas 30 GW.